TANGGUNG JAWAB

Menyalahkan vs Tanggung Jawab

Pernahkah anda menyalahkan orang lain, pihak lain, atau kondisi external atau kegagalan diri sendiri?

Bila pernah, semoga tulisan ini menyadarkan ya.

Anda mungkin sudah tahu bahwa Allah senantiasa bersama prasangka hambaNya.

Tapi bila tidak tahu, prasangka mana yang membuat anda memgalami keadaan tidak menyenangkan.

Seringkali, prasangka itu tersembunyi dibalik sikap atau keputusan kita. Contohnya begini:

Ketika seseorang percaya dia lemah tak berdaya, maka itu menjadi prasangka yang membuatnya benar-benar tak berdaya.

Kapan seseorang percaya dia lemah tak berdaya?

Saat dia MENYALAHKAN orang lain atau sesuatu di luar dirinya sebagai PENYEBAB kegagalannya.

Menyalahkan artinya menganggap orang lain penyebab dan diri sendiri akibat. Atau orang lain berkuasa lalu diri sendiri lemah tak berdaya.

Maka orang yang menyalahkan orang lain, otomatis kecerdasan, kekuatan, serta potensi lainnya terblokade karena percaya ‘aku lemah tak berdaya’.

Itu sebabnya orang yang menyalahkan, tak mampu memperbaiki hidupnya. Selalu berada dalam kesulitan atau merasa dibawah kuasa orang lain.

Kebalikan menyalahkan adalah BERTANGGUNG JAWAB. Artinya memilih berdaya, berkuasa, serta mampu memperbaiki diri dan keadaan.

Maka saat seseorang memilih bertanggung jawab, saat itulah dia mulai mampu mengubah kehidupannya.

Seperti pengalaman salah satu member kami, setelah menerima diri sendiri, memaafkan orang lain, dan memutuskan bertanggung jawab, ternyata sikap anaknya berubah!

Bila ingin tahu lebih lanjut, ikuti zoom meeting malam ini

| BACA JUGA :  TAHUN 2030 Yang Akan Menjadi Fenomenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *