CARA CERDAS BERNEGARA

BELAJAR CARA CERDAS BERNEGARA LEWAT NEGARA LAIN

BELAJAR CARA CERDAS BERNEGARA LEWAT NEGARA LAIN

Kita diskusi tentang cara cerdas bernegara menggunakan negara lain sebagai contoh yaitu dari luar negeri. Kalau kita menggunakan pelajaran dalam negeri, banyak yang sensitif, jadi kita ambil aman ya.

Bener deh, paling enak kita pakai narasi dari cerita luar negeri seperti apa itu komunis tiongkok. Atau pakai kekuatan taiwan hongkong yang di kenal dengan nama white dragon pro demokrasi yang anti komunis, juga pakai amerika ala konstitusi atau trump nation punya strategi.

Dengan contoh contoh banyak tadi, pengetahuan sahabat jadi meluas dan dengan tanpa di sadari nantinya saya takut banget pada banyak yang komentar dalam hati., iya ya ternyata cemen bener pajabatnya ya takut asing aseng.

Kemudian bahkan bisa komentr, Iya ya, cemen bener oposisi di indonesia ya. Atau iya ya, kelompok kelompok goyang pemerintahan ternyata cemen juga bernegaranyanya. Ngak ada konsep, bisanya teriak teriak aja.

Dengan pelajaran terlihat muter sedikit keluar, di sini pelajaran lebih mengena.

Sekali lagi,kalau pakai politik dalam negeri apa lagi kebijakan bernegara saat ini, maka pada sensitif. Sangat sensitif karena kita dianggap anti pemerintah.

Bayangain, ngasih solusi aja di bilang anti pemerintah.

Yang harus di lakukan mungkin, diam selama pejabat 5 tahun berkuasa atau ikut memuji apa saja pejabat sekarang lakukan walau perut lapar. Tapi juga jangan jadi oposisi pecundang. Sudsh oposis, lapar, ngak punya solusi lagi.

Lah, kalau salah atau beda , kita punya solusinya kemudian kita diem aja gitu?

Kalau pemerintah legeblekan ngutang terus bernegaranya dan meneterinya di anggap serba pintar, kita diem membenarkan kegeblekan hutang. Ya ngak lah!!! Emangnya kita NKRI apa an.

| BACA JUGA :  TAHUN 2030 Yang Akan Menjadi Fenomenal

Ok, kita lanjut lagi keinformasi amerika, bahwa KPU amerika BELUM MEMUTUSKAN siapa pemenang dalam pilpress amerika november kemarin.

Ingat ya sahabat, kalian nanti suatu hari nanti khan jadi pejabat, jadi mengucapkan selamat itu hati hati, tunggu KPU nasional sebuah negara umumkan, baru kita ucapkan selamat,

Jangan sok sokan, cepet cepet baru denger dari quick count pakai elcetion voting machine sudah dianggap kebenaran hakiki. Lalu menyatakn selamat buat pemenang.

Sabar, jangan di bilang cemen nanti kita bernegaranya kalau yang jadi pejabat kemudian yang lain lagi. Jangan sampai kita di bilang ngak ngerti etika, baru jadi pemimpin negara, ngak hati hati bertetangga.

Biden dan demokrat sudah pasti sangat percaya diri dan harus itu. Sudah siapkan kabinet dan kita tahu, biden nanti ketika menjabat akan TETAP perang dengan tiongkok, perang dagang di lanjutkan. Alias kebijakan amerika biden atau trump sama, anti tiongkok.

Ini penting untuk di fahami, agar kita yang sering tanpa analisa mendalami geopolitiknya agar jangan terlalu sering tergopoh gopoh membenahi kebijakan luar negerinya.

Kita ingatkan, bagaimana bernegara amerika, beda dengan indonesia yang datar, hanya ada DPR dan pilpres, pilleg. Sederhana, banyak matrik matrik kalau ini itu yang ngak kita punyai, sehingga untuk jadi negara besar seperti tiongkok, amerika, inggris, terlalu banyak cara bernegara yang kita harus siapkan di kemudian hari bahkan sekarang!

Sekedar contoh, bukan saya bela trump yang secara popular vote dan electroral vote dikatakan KALAH dalam pilpres, namun kita harus tajam menganalisa dengan pertanyaan : mengapa KPU amerika belum putuskan pemenangnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *